Resume materi kelompok 1
Resume materi
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Psikopatologi Dan
Rehabilitasi Islami
Dosen Pengampu : Dewi Khurun Aini, S.Pdi, M.A
Disusun oleh :
Fanzira Nur Islani Tanjung 1807016044
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
Kelompok 1
Pemahaman Mengenai Manusia dan Kehidupan Psikis
Studi mengenai hakikat manusia itu bisa berlangsung melalui
pemahaman manusia itu sendiri. Maka minat terhadap perasaan, pikiran, dan
tingkah laku sesama manusia, juga pemahaman tentang gejolak-gejolak yang
berlangsung dalam ketidaksadaran—dalam wilayah-wilayah psikis yang
tesembunyi—bisa memberikan wawasan kepada kita.
Studi mengenai kehidupan psikis memang tidak berlangsung tanpa
kesulitan. Sebab gejala kejiwaan itu kebanyakan tidak bisa dihitung, juga tidak
bisa diperbesar dan diteliti dari dekat seperti kita melihat selembar jaringan
kulit di bawah mikroskop.
Gejala-gejala psikis yang akan kita pelajari itu bisa disebut
dengan subjektif namun juga bisa disebut dengan objektif. Subjektif bisa
diartikan sebagai:
- Dialami sendiri. Contohnya, pengalaman pada
seorang penderita gangguan jiwa yang disampaikan kepada kita, disebut
subjektif. Yaitu segala derita, kecemasan, waham, penolakan, ketakutan, halusinasi,
dan lain-lain yang dialami sendiri oleh si subjek.
- Lawan dari objektif. Objektif adalah bisa dilihat, diamati, merupakan realitas nyata yang bisa kita lihat. Contohnya, jika kita berdiri di tepi jalan, dan kemudian melihat sebuah kendaraan yang slip lalu terbalik, maka peristiwa kecelakaan itu merupakan fakta objektif
Bagi banyak orang, pekerjaan instrospeksi atau mawas diri itu
merupakan usaha yang sulit sekali. Hal
ini disebabkan karena: "objek-objek" yang diamati dan dianalisis
begitu dekat letaknya; yaitu di dalam
atau pada diri sendiri. Selain itu ada
rasa malas, enggan, dan malu untuk "menjelajahi" diri sendiri. Studi
tentang kesadaran dan kesadaran diri ini sangat penting, karena banyak gangguan
psikis yang disebabkan oleh adanya perubahan dan kekacauan pada kesadaran
Akuldiri itu. Peristiwa depersonalisasi,
derealisasi, disorientasi dan gangguan-gangguan psikotis merupakan contoh
bentuk gangguan dan kekacauan pada kesadaran diri.
intensionalitasku itu selalu mengandung tiga aspek, yaitu:
1. Aspek kognitif (pengenalan).
Misalnya saya melihat ular dan saya membayangkan bentuk hantu.
2. Aspek emosional (afektif, perasaan).
Dalam hal ini pengenalan selalu perasaan. Karena itu pengenalan selalu berwarnakan emosi-emosi tertentu. Pada waktu kita melihat kecelakaan, timbul rasa ngeri dan iba.
3. Aspek kemauan (volutif, konatif).
Pada aspek kemauan ini kita dapati: nafsu, hasrat, cita, gairah,
dambaan, idaman, dan bisa dikatakan sedang "menuju pada".
UOS
QS.
Al-Maidah (48) : " Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu
(Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitabkitab yang
diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut
apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka
dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu

Komentar
Posting Komentar